Apa fakta dan mitos seputar penggunaan barang berteknologi tinggi?

MINGGU, 17 OKTOBER 2010, 07:15 WIB Antique, Lutfi Dwi Puji Astuti

VIVAnews – Banyak barang-barang berteknologi tinggi digunakan untuk membantu menyelesaikan tugas dan sebagai alat komunikasi andalan banyak orang. Seperti laptop dan telepon genggam, tak henti-hentinya digunakan dalam setiap aktivitas manusia di dunia.

Namun, sadarkah, akan bahaya di balik penggunaan barang-barang berteknologi tinggi tersebut. Dan benarkah penggunaan telepon genggam dapat menyebabkan kerusakan pada otak manusia?
Agar mengetahui kebenarannya, ketahui fakta dan mitos seputar barang berteknologi tinggi seperti dikutip dari laman The Sun berikut ini:

Ponsel dan tumor otak:
Penelitian terbaru menunjukkan tidak ada hubungan yang jelas antara ponsel dan kanker otak. Jika Anda tetap merasa resah akan adanya isu tersebut, ada baiknya selalu menggunakan satu set hands-free saat berkomunikasi dengan ponsel Anda.

MP3 dan gangguan pendengaran:
Mendengarkan musik melalui MP3 tidak akan menyebabkan gangguan pendengaran, selama volume yang dipasang berada dalam batas wajar. Yang menjadi masalah, jika volume yang Anda pasang menghasilkan kebisingan yakni jika tingkat kebisingannya mencapai 120 desibel lebih, setara dengan mesin jet.
Dan memang benar bahwa tingkat volume musik yang sangat tinggi dapat menyebabkan ketulian, dering di telinga dan sakit kepala, setidaknya dalam jangka pendek. Tapi efek jangka panjang belum jelas.

Laptop menimbulkan gangguan kesuburan:
Banyak pengguna laptop meletakkan gadget ini di paha ketika mesin dinyalakan. Bahayakah? Mereka dapat menghangatkan skrotum Anda dengan dua atau tiga derajat. Tapi itu tidak diketahui secara pasti, apakah benar bisa memanggang testikel Anda dan mempengaruhi kesuburan Anda.

http://kosmo.vivanews.com/news/read/183309-apa-saja-bahaya-barang-berteknologi